Minggu, 23 September 2012

Shariah Business Process VS Conventional Business Process


In every activity of business process management, there are aspects that Shariah is concerned about. These activities which includes: Financial, Marketing, Human Resources, and Operations Management should follow the Shariah rules, called Fiqh Muamalah. Fiqh Muamalah is the Islamic laws that regulate the relations among humans being and all their acts and interconnections (anything is permitted up to there are some provisions that forbid it). The scope of Fiqh Muamalah includes, among others, the law related to all aspects of human life as the law related to financial activities.

Pada era globalisasi ini, di Indonesia telah banyak bisnis yang berkembang terutama bisnis syariah. Bisnis syariah berkembang pesat karena sesuai dengan Fiqh Islam. Dalam bisnis konvensional mengenal adanya bunga, sedangkan dalam bisnis syariah, bunga adalah riba. Hal ini didasarkan pada Al Quran surat Al Baqarah ayat 275, yang berbunyi:




Artinya:
Orang-orang yang (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.

Perbedaan Proses Bisnis Syariah dan Proses Bisnis Konvensional

Dari tabel diatas, menurut saya proses bisnis syariah lebih sesuai dengan ajaran Islam. Keuntungan investasi dibagi dua antara nasabah selaku pemilik dana dengan perusahaan selaku pengelola dengan prinsip bagi hasil. Yang terpenting adalah jaminan halal pada tiap input, proses, dan output dari bisnis tersebut. Pada bisnis konvensional, belum ada jaminan halal pada tiap input, proses, dan outputnya.

Model Bisnis Syariah


Pada gambar diatas, model bisnis syariah berfokus kepada lima aspek, yaitu fungsi dari manajemen, proses dari manajemen, budaya perusahaan, tata kelola perusahaan, dan tanggung jawab sosial perusahaan yang didasarkan pada nilai-nilai dan hukum Islam.



Source:
Febianto, Irawan; Shariah Compliant Model of Business Entities; Indonesia
Beck, Thorsten; Islamic vs Conventional Banking: Business Model, Efficiency, and Stability; 2010
Hanif, Muhammad; International Journal of Business and Social Science; Pakistan: February 2011





Sabtu, 22 September 2012

The Business Process


In any organization there exists a common set of core business processes that must exist for the organization to function properly. Small organizations start with a small set of five Core Processes and grow from there. Improving business processes is very important,  because this requires a solid understanding of current and future business processes and their alignment with business objectives.

What is the business process?
Daven and Short (1990) define business process as a set of logically related tasks performed to achieve a defined business outcome. A process is a structured, measured set of activities designed to produce a specified ouput for a particular customer or market.
Latar belakang  penerapan proses bisnis pada perusahaan adalah untuk menggantikan sistem dan prosedur yang telah berpuluh-puluh tahun dipakai dalam mekanisme organisasi yang akhirnya cenderung menyebabkan organisasi perusahaan atau lembaga pemerintahan menjadi terkotak-kotak yang sangat birokratis karena mengutamakan prosedur sehingga sering melupakan tujuan akhir perusahaan. Ide ini digagas oleh Dr. Michael Hammer seorang guru besar Massachusetts Institute of Tecnology (MIT) dalam bukunya yang sangat populer pada tahun 90 an, “Business Process Reengineering”.
Proses bisnis memiliki input baik itu data, informasi, dokumen ataupun bahan baku yang diproses menjadi output dalam bentuk informasi yang lebih lengkap, produk setengah jadi atau produk jadi, atau jasa yang telah bernilai tambah untuk dapat dimanfaatkan lebih lanjut dalam proses berikutnya. Oleh karena itu, setiap proses bisnis harus dirumuskan, direncanakan dan dirancang secara sistematis dan terstruktur sehingga mudah untuk dilaksanakan.
Proses bisnis terbagi menjadi enam tahap, yaitu:
1.       Tahap identifikasi
2.       Tahap exposure dan pencarian kontak
3.       Tahap pembentukkan dan negosiasi
4.       Tahap persetujuan kontrak
5.       Tahap fullfilment
6.       Tahap penyelesaian
Kini, telah banyak perusahaan kelas dunia yang telah menggunakan proses bisnis dalam manajemen perusahaannya untuk memenangkan persaingan secara berkelanjutan. Perusahaan tersebut antara lain:
a.       TOYOTA Inc.
TOYOTA Inc. telah menjadi industri otomotif terbesar di dunia dan peraih rasio keuntungan terbesar secara global dibanding industri otomotif global lainnya di dunia, baik yang berasal dari Amerika maupun Eropa. Saat ini Toyota sedang dan terus mengembangkan serta memperbaiki sistem dan proses manajemennya yang disebutnya LEAN PROCESS MANAGEMENT (Manajemen Proses Untuk Mengurangi Pemborosan).
b.      GENERAL ELECTRIC
Disamping Toyota ada sebuah perusahaan lagi yang sangat terkenal secara global yakni GENERAL ELECTRIC yang berasal dari Amerika, yang metodenya juga diadopsi oleh banyak perusahaan global lainnya. Metoda tersebut bernama CHANGE ACCELERATION PROCESS atau CAP. Metode ini bertujuan untuk memenuhi tuntutan pelanggan yakni berbiaya rendah, penyerahan produk tepat waktu dan berkualitas tinggi (Faster, Better and Cheaper).

Of current research, web service composition is a promising solution for building distributed applications on the e-business processess. In this work, we construct a quality of service (QoS) aggregated web services selection model based on the key business process performance (KBPP), give five basic formal business processes, further present relative web service pattern, such as web service sequence pattern, web service And-Split pattern, web service And-Join pattern, web service XOR-Split pattern, web service XOR-Join pattern. Simultaneously, based on the KBPP model, aggregating some QoS effects, we describe the key performance of business with specific features, and various parameters using dynamic decision of key business process performances. All these works will help developers to improve the service selection process in a dynamic and uncertain environmemnt of web services with the validity and efficiency.


Source:
·         Barn, Balbir; Business Process Modeling; 2007
·         Goldkuhl, Göran; The Six Phases of Business Processes - Business Communication and the Exchange of Value; Sweden:1998
·         Xiao, Ruliang; Using Pattern Perspective to Model Key Business Process Performance-Journal of Software; China: March 2012
·         Thaib, Mathiyas; Seri Proses Bisnis 1;
(diakses pada tanggal 17 September 2012 pukul 22.12)

Jumat, 21 September 2012

Shariah Business Process VS Conventional Business Process


In every activity of business process management, there are aspects that Shariah is concerned about. These activities which includes: Financial, Marketing, Human Resources, and Operations Management should follow the Shariah rules, called Fiqh Muamalah. Fiqh Muamalah is the Islamic laws that regulate the relations among humans being and all their acts and interconnections (anything is permitted up to there are some provisions that forbid it). The scope of Fiqh Muamalah includes, among others, the law related to all aspects of human life as the law related to financial activities.

Pada era globalisasi ini, di Indonesia telah banyak bisnis yang berkembang terutama bisnis syariah. Bisnis syariah berkembang pesat karena sesuai dengan Fiqh Islam. Dalam bisnis konvensional mengenal adanya bunga, sedangkan dalam bisnis syariah, bunga adalah riba. Hal ini didasarkan pada Al Quran surat Al Baqarah ayat 275, yang berbunyi:
Artinya:
Orang-orang yang (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.

Dari tabel diatas, menurut saya proses bisnis syariah lebih sesuai dengan ajaran Islam. Keuntungan investasi dibagi dua antara nasabah selaku pemilik dana dengan perusahaan selaku pengelola dengan prinsip bagi hasil. Yang terpenting adalah jaminan halal pada tiap input, proses, dan output dari bisnis tersebut. Pada bisnis konvensional, belum ada jaminan halal pada tiap input, proses, dan outputnya.

Source:
Febianto, Irawan; Shariah Compliant Model of Business Entities; Indonesia
Beck, Thorsten; Islamic vs Conventional Banking: Business Model, Efficiency, and Stability; 2010




Minggu, 16 September 2012

The Business Process



In any organization there exists a common set of core business processes that must exist for the organization to function properly. Small organizations start with a small set of five Core Processes and grow from there. Improving business processes is very important,  because this requires a solid understanding of current and future business processes and their alignment with business objectives.

What is the business process?
Daven and Short (1990) define business process as a set of logically related tasks performed to achieve a defined business outcome. A process is a structured, measured set of activities designed to produce a specified ouput for a particular customer or market.

Latar belakang  penerapan proses bisnis pada perusahaan adalah untuk menggantikan sistem dan prosedur yang telah berpuluh-puluh tahun dipakai dalam mekanisme organisasi yang akhirnya cenderung menyebabkan organisasi perusahaan atau lembaga pemerintahan menjadi terkotak-kotak yang sangat birokratis karena mengutamakan prosedur sehingga sering melupakan tujuan akhir perusahaan. Ide ini digagas oleh Dr. Michael Hammer seorang guru besar Massachusetts Institute of Tecnology (MIT) dalam bukunya yang sangat populer pada tahun 90 an, “Business Process Reengineering”.

Proses bisnis memiliki input baik itu data, informasi, dokumen ataupun bahan baku yang diproses menjadi output dalam bentuk informasi yang lebih lengkap, produk setengah jadi atau produk jadi, atau jasa yang telah bernilai tambah untuk dapat dimanfaatkan lebih lanjut dalam proses berikutnya. Oleh karena itu, setiap proses bisnis harus dirumuskan, direncanakan dan dirancang secara sistematis dan terstruktur sehingga mudah untuk dilaksanakan.

Proses bisnis terbagi menjadi enam tahap, yaitu:
1.     Tahap identifikasi
2.     Tahap exposure dan pencarian kontak
3.     Tahap pembentukkan dan negosiasi
4.     Tahap persetujuan kontrak
5.     Tahap fullfilment
6.     Tahap penyelesaian

Kini, telah banyak perusahaan kelas dunia yang telah menggunakan proses bisnis dalam manajemen perusahaannya untuk memenangkan persaingan secara berkelanjutan. Perusahaan tersebut antara lain:
a.     TOYOTA Inc.
TOYOTA Inc. telah menjadi industri otomotif terbesar di dunia dan peraih rasio keuntungan terbesar secara global dibanding industri otomotif global lainnya di dunia, baik yang berasal dari Amerika maupun Eropa. Saat ini Toyota sedang dan terus mengembangkan serta memperbaiki sistem dan proses manajemennya yang disebutnya LEAN PROCESS MANAGEMENT (Manajemen Proses Untuk Mengurangi Pemborosan).

b.    GENERAL ELECTRIC
Disamping Toyota ada sebuah perusahaan lagi yang sangat terkenal secara global yakni GENERAL ELECTRIC yang berasal dari Amerika, yang metodenya juga diadopsi oleh banyak perusahaan global lainnya. Metoda tersebut bernama CHANGE ACCELERATION PROCESS atau CAP. Metode ini bertujuan untuk memenuhi tuntutan pelanggan yakni berbiaya rendah, penyerahan produk tepat waktu dan berkualitas tinggi (Faster, Better and Cheaper).



Of current research, web service composition is a promising solution for building distributed applications on the e-business processess. in this work, we construct a quality of service (QoS) aggregated web services selection model based on the key business process performance (KBPP), give five basic formal business processes, further present relative web service pattern, such as web service sequence pattern, web service And-Split pattern, web service And-Join pattern, web service XOR-Split pattern, web service XOR-Join pattern. simultaneously, based on the KBPP model, aggregating some QoS effects, we describe the key performance of business with specific features, and various parameters using dynamic decision of key business process performances. All these works will help developers to improve the service selection process in a dynamic and uncertain environmemnt of web services with the validity and efficiency.


Source:
·         Barn, Balbir; Business Process Modeling; 2007
·         Goldkuhl, Göran; The Six Phases of Business Processes - Business Communication and the Exchange of Value; Sweden:1998
·         Thaib, Mathiyas; Seri Proses Bisnis 1;
(diakses pada tanggal 16 September 2012 pukul 22.12)

Xiao, Ruliang; Using Pattern Perspective to Model Key Business Process Performance-Journal of Software; China: March 2012