Minggu, 18 November 2012

Greening Business Process


Businesses can do much more for the environment than merely buying green products or installing solar heaters. Although buying and using these products is very useful and should be part of everyones action list, organisations have an opportunity to make a bigger impact. Most organisations today exist by running processes which are very paper intensive. Here are a number of ways that processes can be changed to reduce the paperwork flowing on, out and through the business. By incorporating these processes, businesses can cut costs, improve productivity, improve client relations, improve employee morale, and meet corporate compliance requirements, at the same time as making a real impact on their carbon footprint. Think process, not technology. By itself, no technology on earth will reduce paper, hence we need to look at those processes in our organisations which are paper intensive. By following a single process from start to finish, we can identify where documents are required, and whether that step in the process could be improved by using technology.

Permasalahan lingkungan hidup merupakan salah satu subjek dan tidak bisa berdiri sendiri, namun berkaitan dengan persoalan-persoalan lain seperti kemiskinan, good corporate governance, ekonomi, dan sosial. Oleh karena itu, penanganannya membutuhkan kontribusi dari berbagai pihak, baik pemerintah, masyarakat, maupun pelaku bisnis.
Dalam dunia bisnis, mulai dari para pemilik dan eksekutif puncak perusahaan hingga karyawan pabriknya, muncul fenomena baru. Disetiap diskusi atau obrolan antarpelaku bisnis, selalu ada kata ‘green’ dalam diskusi mereka. Biasanya, kata ‘green’ tersebut dikaitkan dengan keseluruhan proses bisnis, mulai dari pasokan bahan baku, proses produksi, proses akhir, sampai distribusinya ke konsumen.
Sebagai entitas bisnis, perusahaan memang merupakan penyumbang terbesar terhadap penurunan daya dukung bumi, pencemaran lingkungan, polusi udara dan air, serta dampak negatif lainnya. Terlebih lagi, bagi sejumlah perusahaan yang bergerak di industri yang memang berpotensi merusak lingkungan seperti perusahaan pertambangan, kimia, perkayuan, otomotif, dan lainnya.
Akhir-akhir ini, banyak perusahaan mengklaim dirinya sebagai perusahaan hijau (green company). Kepada para konsumen dan masyarakat luas, mereka berusaha menyakinkan bahwa mereka peduli terhadap kelestarian lingkungan, terutama melalui program Corporate Social Responsibility-nya.
Proses bisnis ramah lingkungan merupakan proses bisnis dengan pengimplementasian strategi pemasaran berwawasan lingkungan, yakni selama proses produksi, penggunaan bahan daur ulang sebagai bahan baku produksi dan kemasan yang terbuat dari bahan ramah lingkungan, serta melakukan aktivitas sosial yang berorientasi pada kelestarian lingkungan.
Proses bisnis yang ramah lingkungan dapat diwujudkan, dengan metode-metode sebagai berikut:
a.    Cleaner Production (Produksi Bersih)
Produksi bersih fokus kepada:
-       Penghematan dan peningkatan produktivitas
-       Penurunan jumlah sampah, limbah, dan emisi
-       Penurunan eksploitasi sumber daya alam
Upaya produksi bersih:
-       Efisiensi penggunaan bahan baku
-       Penggunaan kemasan yang ramah lingkungan
-       Efisiensi air dan energi
-       Upaya pengelolaan limbah di dalam perusahaan

b.    Eco Office (Kantor Ramah Lingkungan)
Beberapa kegiatan yang dapat dilaksanakan agar tercipta kantor ramah lingkungan:
-       Mengimplementasikan desain gedung green building
-       Melakukan penghematan kertas
-       Menggunakan alat elektronik yang hemat listrik dan air
-       Memasang dan menggunakan toilet dengan aliran kecil
-       Mendukung program ekolabel dan green procurement dalam pengadaan perlengkapan dan peralatan kantor
-       Memilah sampah dan mendaur ulang kertas bekas pakai
-       Penghematan konsumsi energi di gedung atau perkantoran
-       Pemberian insentif transportasi pegawai dan telekomunikasi pegawai

c.     Konservasi Energi dan Sumber Daya Alam
Beberapa upaya konservasi energi dan SDA, antara lain:
-       Melakukan penghematan dalam menggunakan energi dan bahan bakar sehingga dapat mengurangi timbulnya efek rumah kaca
-       Mengganti bahan baku tidak ramah lingkungan menjadi bahan baku yang ramah lingkungan
-       Melakukan upaya dan aktivitas yang terkait dengan keanekaragaman hayati

d.    Pegelolaan Sampah Melalui 3R (Reduce, Re-use, Recycle)
Kegiatan pengelolaan sampah melalui 3R yang dapat dilaksanakan adalah sebagai berikut:
-       Melaksanakan community based waste management
-       Menyusun program pengelolaan sampah
-       Melakukan pengembangan produk masyarakat menggunakan konsep 3R
-       Sistem daur ulang seperti sistem manajemen limbah

e.    Energi Terbarukan (Renewable Energy)
Kegiatan yang dapat dilaksanakan antara lain:
-       Menggunakan sumber energi terbarukan dalam proses produksi, seperti Micro Hydro, Solar Cell, Biogas, dan etanol
-       Menyediakan sarana energi terbarukan bagi masyarakat
-       Melakukan konservasi limbah biologi menjadi sumber energi terbarukan
-       Melaukan upaya pengembangan energi alternatif bersama masyarakat

f.     Pendidikan Lingkungan Hidup
Kegiatan yang dapat dikembangkan antara lain:
-       Menyelenggarakan kegiatan pendidikan dan pelatihan lingkungan hidup bagi karyawan
-       Mendukung kegiatan green office

Membangun proses bisnis hijau memang harus sering digencarkan. Sebab, faktanya, perubahan iklim menjadi kian negatif. Daya dukung bumi yang melemah, sementara populasi terus membengkak, serta sumber daya alam yang terus berkurang karena terus-menerus di eksploitasi. Sekecil dan sesederhana apapun inisiatif pelaku bisnis untuk melaksanakan proses bisnis yang ramah lingkungan, patut diapresiasi dan didukung.




References:
-            Wibowo, Setyo Ferry, 2011, Karakteristik Konsumen Berwawasan Lingkungan dan Hubungannya Dengan Keputusan Membeli Produk Ramah Lingkungan
-            Asuquo, Akabom Ita Dr, 2012, Enviromental Friendly Business Process, American International Journal of Contemporary Research
-            Hatta, Gusti Muhammad dkk, 2011, Pedoman CSR Bidang Lingkungan, Kementrian Lingkungan Hidup
-            Djatmiko, Harmanto Edy, 2012, Meniscayakan Bisnis Hijau
http://penabulu.org/2012/07/meniscayakan-bisnis-hijau/